Beranda Guru Ditjen GTK Dibentuk Kemdikbud Untuk Pelatihan dan Tunjangan Guru

Ditjen GTK Dibentuk Kemdikbud Untuk Pelatihan dan Tunjangan Guru

86
0
ALIH
Kabar Gembira bagi rekan-rekan Guru dan tenaga kependidikan, Seperti janji pemerintah untuk membentuk ditjen khusus untuk guru kini terealisasi oleh kemdikbud, pada dunia pendidikan kita memiliki ditjen baru yang khusus menangani bagian pendidik dan tenaga kependidikan seperti berita yang dilansir dari JPPN.
Kebijakan pembinaan
guru sering dikeluhkan karena menimbulkan berbagai masalah. Mulai dari
urusan kenaikan pangkat, peningkatan kompetensi, hingga urusan pencairan
aneka tunjangan.

Menteri Pendidikdan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Anies Baswedan meresmikan pembentukan Ditjen Guru dan Tenaga
Kependidikan untuk meminimalkan masalah itu.

Anies menuturkan pembentukan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)
itu dilakukan sekaligus dalam perombakan unit eselon I di lingkungan
Kemendikbud. “Semua urusan guru, mulai dari PAUD, dikdas, hingga dikmen
ada di Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan ini,” tutur Anies di Jakarta
kemarin.
 Pengembangan Pendidikan ini strategi menteri Anies
Mantan rektor Universitas Paramadina Jakarta itu menjelaskan, program
pertama Ditjen GTK itu adalah melakukan pendataan guru-guru yang belum
pernah mengikuti program pelatihan atau peningkatan kompetensi. Dia
meyakini bahwa masih banyak guru yang puluhan tahun tidak pernah
mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi.

“Mereka semua itu nanti kita hitung jumlahnya. Lalu kita jadikan sasaran program peningkatan kompetensi,” ujar Anies.

Menteri kelahiran Kuningan, Jawa Barat
itu menjelaskan peningkatan kompetensi guru tidak bisa diabaikan.
Menurutnya kompetensi guru harus terus dikembangkan atau di-upgrade.
 
Baca Indeks Kinerja Guru akan dimulai tahun 2015
Selain peningkatan kompetensi, Anies mengatakan Ditjen GTK juga bertugas
mengurusi pencairan tunjangan. Mulai dari tunjangan fungsional guru,
sampai tunjangan profesi guru (TPG). Selama ini pengurusan TPG di
Kemendikbud dilakukan secara terpisah di banyak ditjen. “Sekarang jika
mengurus TPG cukup di satu ditjen saja,” terangnya.

REKOMENDASI KAMI
Cara Menulis Karya Ilmiah Yang Baik Dan Benar

Anies menjelaskan pembentukan Ditjen GTK ini adalah pemenuhan janji
kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan saat kampanye
dulu, Jokowi memiliki prioritas kerja untuk menata pembinaan guru.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menyambut
baik pembentukan Ditjen GTK itu. Dia berahrap Anies menempatkan
orang-orang yang “menyayangi” guru sebagai pejabat di Ditjen GTK.

“Jangan sampai Ditjen Guru itu sering mengeluarkan kebijakan yang menghukum guru seperti selama ini,” katanya.
 Baca  PGRI Tagih Janji Kemdikbud  Soal Upah Minimum Guru
Sulistyo mencontohkan kebijakan yang dia cap menghukum guru adalah
aturan tentang kenaikan pangkat. Dia menjelaskan dalam rezim Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dulu, kenaikan pangkat guru wajib membuat
karya tulis.
Padahal guru tidak pernah mendapatkan
pelatihan untuk membuat karya tulis. Akibatnya saat ini ada sekitar 800
ribu guru mentok di pangkat IV/a.
0/5 (0 Reviews)