Beranda Guru Indeks Kinerja Guru Direncanakan Kemdikbud Tahun 2015

Indeks Kinerja Guru Direncanakan Kemdikbud Tahun 2015

115
0
Guruoke
Guna mengetahui kualitas Guru dibalik kinerjanya Pemerintah melalui Kemdikbud sudah merencanakan tentang adanya parameter untuk mengetahui kualitas seorang pendidik, hal ini disampaikan oleh

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kebudayaan, dan
Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdikbud Prof Dr Syawal Gultom  dilansir dari berita Antara Jatim, menyampaikan
rencana Kemdikbud pada tahun 2015 membuat indeks kelulusan siswa (indeks
siswa), indeks kinerja guru (indeks guru), indeks efektivitas sekolah
(indeks sekolah), indeks kepala sekolah, dan indeks pengawas.

“Nantinya, tunjangan profesi (selain gaji guru) untuk guru akan
didasarkan pada indeks guru, tapi kalau hasilnya ada yang jelek, justru
hasil itu akan dijadikan dasar oleh pemerintah untuk melakukan
intervensi, misalnya melakukan pelatihan guru pada bidang tertentu,
sehingga semua guru akan berkualitas dan tentu akan semakin sejahtera,”
katanya setelah mencanangkan Sekolah Berbasis Standar Nasional
Pendidikan (SB-SNP) di Universitas Negeri Malang (UNM), Rabu.

Didampingi Direktur Program USAID PRIORITAS Indonesia Stuart
Weston, Kepala LPMP Jatim Prof Salamun, Rektor UNM Prof Suparno, dan
Wali Kota Malang Anton P, ia menjelaskan hal yang sama juga akan berlaku
untuk dukungan sarana dan prasarana serta anggaran dari pemerintah
untuk sekolah akan didasarkan pada indeks sekolah.

“Kalau hasilnya jelek, maka dukungan pemerintah akan besar, tapi ukuran
dukungan akan disesuaikan dengan indeks sekolah,” katanya.
Baca Daerah Gagal dalam Pemerataan Guru
Namun, katanya, intervensi pemerintah untuk siswa, guru, sekolah,
kepala sekolah, dan pengawas itu akan dilakukan pada tahun 2016, karena
pengukuran indeks akan dilakukan selama setahun pada kurun 2015. “Untuk
tahun ini, kita melakukan persiapan,” katanya.
Pensiun dini diterapkan mulai tahun 2016
Dalam
kesempatan itu, Direktur Program USAID PRIORITAS Indonesia Stuart Weston
menyatakan perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia memang belum
sempurna, namun inovasi dalam perbaikan pembelajaran itu sudah berhasil.

REKOMENDASI KAMI
Buku Pedoman Pengelolaan Kualitas KKG Dan MGMP Bermutu

“Buktinya, OECF melalui laporan terakhir mencatat inovasi
pembelajaran di Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Denmark.
Artinya, apa yang telah dilakukan pemerintah dan berbagai pihak di sini
sudah sesuai dengan standar internasional, meski perlu penyempurnaan,”
katanya dalam pencanangan SB-SNP yang juga dihadiri belasan jurnalis
dari daerah mitra USAID PRIORITAS

0/5 (0 Reviews)