Beranda PKB LK PKB Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru SD Kelas Tinggi

LK PKB Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru SD Kelas Tinggi

8790
2
Lk

Untuk rekan guru yang sedang mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) atau yang kita kenal sebelumnya Guru Pembelajar Online, Lembar kerja (LK) merupakan alat bantu untuk tugas belajar guna mencapai nilai UKG yang ideal, Lembar kerja PKBLembar Kerja Modul PKB ini dibuat berdasarkan Kelompok Kompetensi (KK) KK-A, KK-B, KK-C, KK-D, KK-E,KK-F,KK-G, KK-H, KK-I, KK-J. Pedagogik dan Profesional. Baca Modul PKB Guru SD Kelas Atas 4,5 dan 6

Kumpulan Lembar kerja kelas atas SD ini bisa menjadi referensi bagi rekan guru dalam PKB tugas pembuatan Lembar kerja untuk latihan dan belajar dari berbagai studi kasus yang di ambil intisari dalam modul kelompok kompetensi, dari skenario pembelajaran dan sebagai nya.
LK/ Lembar kerja IN dan ON Pengembangan Keprofesian berkelanjutan atau PKB contoh sebagai berikut:

REKOMENDASI KAMI
Lembar Kerja PKB Guru SD Kelas Rendah Lengkap

Contoh Lembar Kerja PKB

Bacalah dengan cermat dan seksama, diskusikan materi dengan sesama guru peserta diklat agar dapat memahami pengertian teori belajar, mengapa guru mempelajari teori belajar, peran hakekat belajar untuk merumuskan berbagai teori belajar dan dalam membedakan behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanisme.

Jawaban:
1. Teori belajar merupakan hukum-hukum/prinsip-prinsip umum yang melukiskan kondisi terjadinya belajar.
2. Dengan memahami teori belajar, pengajar akan memahami proses terjadinya belajar pada manusia. Pengajar akan mengetahuinya apa yang harus dilakukan sehingga siswa dapat belajar dengan optimal. Dengan memahami dan menerapkan teori belajar dengan tepat, pengajar dapat memprediksi secara tepat dan beralasan tentang keberhasilan siswa.
3. Dengan pemahaman bahwa belajar adalah hasil perubhan tingkah laku maka berkembanglah teori belajar dari aliran behaviorisme, dengan pemahaman bahwa belajar adalah suatu proses untuk terjadinya perubahan struktur mental maka berkembanglah teori belajar dari aliran kognitivisme
4. Perbedaan keempat aliran dalam teori belajar adalah: Behaviorisme didasarkan pada pola tingkah laku baru yang diulang-ulang sampai menjadi sesuatu yang otomatis. Kognitivisme didasarkan pada proses berpikir dibalik tingkah laku yang terjadi. Perubahan tingkah laku diobservasi dan digunakan sebagai indikator untuk mengetahui apa yang terjadi dibalik pikiran siswa. Konstruktivisme didasarkan pada pernyataan bahwa kita semua mengkonstruk pengetahuan kita sendiri dari lingkungan untuk memperoleh pengalaman dan skema. Humanisme memandang bahwa belajar adalah untuk memanusiakan manusia.
5. Walaupun secara teori sukar digabungkan, namun secara praktik pembelajaran dapat digabungkan, karena dalam setiap pembelajaran menghendaki pencapaian proses dan hasil belajar. Pencapain proses akan dapat dilihat berperannya teori belajar kognitif, sedangkan pencapaian hasil belajar dapat dioptimalkan dengan menerapkan teori belajar behavioristik.

Lembar kerja PKB pengembangan keprofesian berkelanjutan

MEMBUAT KEGIATAN PEMBELAJARAN
Nama :

  1. Lembar Kerja:
    Dengan terlebih dahulu mencermati pengertian behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanisme, buatlah beberapa contoh kegiatan pembelajaran pada suatu materi pelajaran tematik yang sesuai untuk kelas tinggi.

Jawaban:
Skenario Pembelajaran

Kelas : V (lima)
Tema : Benda-benda di Lingkungan Sekitar
Sub Tema : Wujud Benda dan cirinya
Pembelajaran : ke-1
Alokasi Waktu : 1 hari (7x 35 menit)

A. Kompetensi Dasar
Bahasa Indonesia
3.1 Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis
3.2 Menyajikan hasil identifikasi pokok pikiran dalam teks tulis dan lisan secara lisan, tulis, dan visual
IPS
3.1 Mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi, serta transportasi.
4.1 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi, serta transportasi
Matematika
3.2 Menjelaskan dan melakukan perkalian dan pembagian pecahandan desimal
4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan dua pecahan dengan penyebut berbeda
4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian pecahan dan desimal

B. Indikator
Bahasa Indonesia
3.1.1. Menjelaskan isi informasi dari bacaan tentang alam dan pengaruh kegiatan manusia
4.1.1. Menyajikan hasil identifikasi pokok pikiran berupa laporan dalam bentuk tabel mengenai perubahan alam dan keseimbangan ekosistem yang diakibatkan oleh kegiatan manusia
IPS
3.1.1. Mengenal aktivitas kehidupan manusia dan perubahannya dalam ruang di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya dalam lingkup nasional
4.1.1. Menyusun laporan secara tertulis dalam bentuk tabel hasil identifikasi tentang aktivitas dan perubahan kehidupan manusia
Matematika
3.2.1. menyelesaikan soal latihan pecahan biasa, campuran, desimal
4.1.1.Mengenal bentuk pecahan biasa
4.1.2. Mengenal bentuk pecahan campuran
4.1.3. Mengenal bentuk pecahan decimal

REKOMENDASI KAMI
Sim PKB Cek Data Tunjangan Guru dan Info PTK

C. Materi
• Perilaku manusia yang dapat menyebabkan perubahan alam, antara lain:
a. membuang sampah/limbah ke sungai,
b. menebang pohon sembarangan
c. penggunaan pestisida yang berlebihan,
d. penggalian sumber alam yang tidak terkendali, dll
• Kosakata baku dan tidak baku
a. kosakata tidak baku, yaitu kosakata yang tidak sesuai dengan kaidah /EYD
b. kosakata baku, yaitu kosakata yang sesuai dengan kaidah /EYD
• Mengubah bentuk pecahan biasa ke dalam bentuk pecahan campuran, persen, dan desimal:
a. mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran; 7/2 = 3 ½
b. mengubah pecahan biasa menjadi pecahan decimal; 7/2 = 3,5
c. mengubah pecahan biasa menjadi persen; 1/2 = ½ x 50/50 = 50/100 = 50%

  • Tahap 1: Mengorientasikan siswa terhadap masalah
    Guru mendiskusikan sebuah permasalahan yang ditemui sehari-hari berkaitan dengan pencemaran sungai (misalnya: guru bercerita bahwa tadi sebelum berangkat ke sekolah Ia melihat seorang ibu membuang sampah ke sungai.)
    Guru lalu meminta siswa memberikan contoh lain yang berkaitan dengan akibat jika tidak memelihara keadaan sungai yang melintasi daerah kita. Lewat contoh-contoh yang diberikan oleh siswa, guru kemudian mengorientasikan siswa kepada sebuah permasalahan, yaitu masih banyak orang yang sering membuang limbah ke sungai sehingga sungai sering meluap dan mengakibatkan banjir. Berdasarkan cerita tersebut, maka masalahnya adalah:
  • Tahap 2: Mengorganisasi siswa untuk belajar
    Siswa kemudian dibagi menjadi delapan kelompok. Secara berkelompok, siswa mendiskusikan bagaimana agar permasalahan tersebut dapat dicari penyelesaiannya.
    Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi langkah-langkah pemecahan masalahnya.
    Siswa melakukan hipotesis untuk menjawab pertanyaan (hipotesis akan berbeda-beda untuk setiap kelompok). Setiap kelompok mendiskusikan hipotesis apa yang akan dipilih untuk dilakukan penelitian dan dicari solusinya.
    Contoh:
    “Perilaku masyarakat kurang disiplin dan kurang perhatian dari pemerintah”.

Tahap 3: Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru memfasilitasi siswa melalui kegiatan:
a. mencari informasi dari teks bacaan,
b. mencari informasi dari internet
c. diskusi kelas
d. wawancara

(IPS)
Setiap kelompok diberikan satu set gambar-gambar yang menunjukkan berbagai cara dan alat yang digunakan untuk memelihara sungai.Siswa kemudian diminta mengamati gambar tersebut dan mendiskusikannya secara berkelompok mengenai kegiatan yang ada dalam gambar-gambar tersebut dan hubungannya dengan pencemaran lingkungan.
• Guru memotivasi siswa agar bertanya dan memberikan pendapat tentang gambar-gambar tersebut.
• Setiap kelompok kemudian diminta mengisi Tabel tentang “banjir” dan dampaknya bagi kehidupan.

DOWNLOAD KK A IN

DOWNLOAD KK

0/5 (0 Reviews)