Pendidikan Bagi Orang Tua Dalam Mendidik Anak di Era Digital

22
2174
Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian
Anak Era Digital by www.gurusd.web.id

“Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian”,Pendidikan Bagi Orang Tua Dalam Mendidik Anak di Era Digital, Keluarga merupakan awal dari pendidikan bermulai, cikal bakal terbentuknya individu dengan kepribadian serta berbagai kebiasaan dan perilaku tercermin di kehidupan masyarakat pada keluarga nya masing-masing, pepatah yang sering kita dengar “buah jatuh tak jauh dari pohon” ternyata banyak benarnya yang kita rasakan saat ini, betapa tidak peranan awal keluarga dalam pendidikan sangat penting, vital dan paling nyata, merupakan elemen bahkan unsur pokok untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara, karena dari keluarga lah awal mula terbentuknya kepribadian, dari keluarga lah tumbuh dan berkembang nya berbagai kebiasaan yang di tanamkan dalam berbagai kebiasaan sehari-hari pada proses pendidikan keluarga masing-masing, karena awal bermula nya pendidikan dalam keluarga unsur ini seakan menjadi permanen, kuat serta tahan lama yang di bawa oleh individu ke kehidupan bermasyarakat, tulisan ini akan membahas pentingnya Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era KekinianKeluarga merupakan Pendidik yang Pertama

Keluarga merupakan pendidik yang pertama dan utama serta memiliki peranan yang strategis. Keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dipungkiri. Berbagai studi menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga dalam pendidikan dapat meningkatkan prestasi belajar anak. Selain prestasi belajar, penumbuhan karakter juga membutuhkan peran keluarga. Kerjasama dan keselarasan antara pendidikan yang dilakukan di satuan pendidikan dan di lingkungan keluarga merupakan kunci keberhasilan pendidikan.

Suatu keberhasilan di dunia pendidikan semakin ideal jika sinergisitas terus diperkuat antara sekolah dan masyarakat, keterlibatan semua unsur tersebut diharapkan dari satuan pendidikan sebagai motor penggerak, Pada prinsip ideal nya sebuah ekosistem pendidikan perlu terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan didalam masyarakat.

Pendidikan bagi orang tua Bentuk kemitraan ini ingin membantu orang tua/wali dalam membangun kesadaran akan pendidikan anak, termasuk di antaranya adalah dengan mengembangkan lingkungan belajar di rumah yang kondusif (aman, nyaman dan menyenangkan). Pendidikan orang tua ini bisa berupa kelas orang tua/wali yang dilakukan rutin oleh sekolah atau masyarakat (komite sekolah, organisasi mitra dan komponen masyarakat lain). Kelas ini diharapkan dapat membantu orang tua/wali untuk:
a. memperoleh pemahaman yang benar tentang kondisi anak dan upaya-upaya yang dapat dilakukan;
b. meningkatkan peran positif dan tanggung jawab sebagai orang tua/wali dalam mengatasi permasalahan anak; dan
c. meningkatkan kerjasama yang lebih harmonis antara orang tua/ wali dan sekolah dalam membantu permasalahan anak.

Pendidikan Bagi Orang Tua dari Kemdikbud

Orang tua di rumah dalam sebuah keluarga adalah pendidik yang hebat sebenarnya jika memang pola asuh yang diberikan pada anak-anaknya tepat, ironisnya juga yang paling tak tersiapkan dalam pendidikan dalam tanda kutip tentang bimbingan dan pembinaan keluarga nya. bentuk nyata, mereka harus mencari sendiri informasi dan pengetahuan tentang bagaimana menumbuhkan dan mendukung pendidikan anak-anak mereka dalam kondisi positif, hal ini akan jadi masalah lain jika orang tua dalam keluarga tersebut hanya sibuk mencari nafkah sehingga tanggung jawab vital yang dimiliki nya untuk mendidik anak-anak nya dengan baik dan benar malah terabaikan, Situasi seperti ini disebut miss educated.

Kadang-kadang hal demikian ini oleh orangtuanya tidak disadari, jadi tidak disengaja. Orang tua berbuat demikian mungkin karena tidak tahu, yaitu tidak tahu bagaimana mendidik anaknya dan tahu tetapi situasi memaksa demikian, mungkin karena terlalu sibuk. Oleh karena itu, untuk menjadi orang tua dituntut syarat-syarat tertentu agar anak-anaknya berkembang dengan baik. Jika suatu keluarga dikaruniai seorang anak, maka pada pundak orangtua itulah dibebankan usaha bagaimana agar anak-anaknya berkembang dengan baik. Jadi anak tidak diterima begitu saja, diberi makan dan pakaian tetapi diusahakan agar anak mampu berkembang dengan baik.

Pendidikan bagi orang tua bentuk kemitraan dalam Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Orang tua harus mampu membagi-bagi perhatiannya kepada semua obyek di dalam rumah tangganya sebab di dalam keluargalah terjadi interaksi orangtua terhadap anak. Kasih sayang yang diberikan orang tua pada awal kehidupan seorang anak sangat membantu perkembangan anak bahkan menjadi dasar peletakkan kepribadiannya.
Namun pada realita nya selama ini, jika berbicara pendidikan maka fokus pembicaraan hanya kerap jatuh kepada siswa dan guru. Sementara orangtua seperti diabaikan dalam pendidikan.

Suatu keberhasilan dalam pendidikan anak bergantung kepada keterlibatan keluarga. Banyak penelitian menunjukan bahwa keterlibatan orang tua di satuan pendidikan bermanfaat, antara lain:

  1. Bagi peserta didik mendukung prestasi akademik, meningkatkan kehadiran, kesadaran terhadap kehidupan yang sehat, dan meningkatkan perilaku positif;
  2. Bagi orang tua memperbaiki pandangan terhadap satuan pendidikan, meningkatkan kepuasan terhadap guru, dan mempererat hubungan dengan anak; dan
  3. Bagi satuan pendidikan memperbaiki iklim satuan pendidikan, meningkatkan kualitas satuan pendidikan, dan mengurangi masalah kedisiplinan.

Baca Juga

Strategi Pendidikan Keluarga Melalui Berbagai Saluran

Sebagai unsur dalam ekosistem yang terdekat dengan anak, keluarga mempunyai banyak kesempatan melalui interaksi dan komunikasi sehari-hari. Bentuk dan cara-cara interaksi dengan anak di dalam keluarga akan memengaruhi pertumbuhan karakter anak. Proses interaksi yang diterima anak dari keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk proses perkembangan selanjutnya di luar rumah.

Contoh yang mungkin sangat simple Speech delay atau keterlambatan bicara pada anak, memang disebabkan oleh beragam faktor. Untuk beberapa faktor tertentu, seperti kurangnya stimulasi, Si Kecil bisa dibantu dengan terapi wicara yang banyak tersedia di rumah sakit dan klinik tumbuh kembang anak. Walaupun terapis yang sudah ahli dapat membantu Si Kecil belajar berbicara, peran orang tua juga tidak kalah penting.

Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Karakter anak juga di pengaruhi interaksi orang tua, bahkan pendapat ini juga diperkuat dari hasil riset Kemdikbud melalui Direktorat Pembinaan Keluarga, yang disampaikan pada siaran pers
Perkembangan anak sangat lah dipengaruhi oleh interaksi orangtua ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Jadi tidak hanya pada pendidikan formal, justru peran orangtua lah yang utama,” ujar Sukiman. merdeka.com Senin 6/2/2016

Beberapa cara dalam meningkatkan peran orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka

Pertama, mengontrol dan mengingatkan, waktu belajar dan cara belajar anak nya. Dijaman teknologi saat ini, peran ortu saat ini tersaingi dan kesan nya seperti kalah dengan televisi dan tontonan menarik nya, waktu-waktu strategis untuk anak-anak belajar setelah jam bermain nya terabaikan, dalam proses kontrol mestinya anak-anak mereka diajarkan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat PR dari sekolah atau akan menghadapi ulangan, bahkan jika memang itu waktunya jam belajar bagi anak nya maka matikanlah televisi. Hal tidak kalah penting setiap hari anak-anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. Dan diberikan pengertian kapan anak-anak mempunyai waktu untuk bermain.

Kedua, memantau perkembangan kemampuan akademik anak. Orang tua diminta untuk memeriksa nilai-nilai ulangan dan tugas anak mereka. Hal ini baik jika dilakukan bahkan menjadi perhatian istimewa tersendiri bagi anak, berikan pujian maupun dukungan kepada anak-anak dari hasil perkembangan akademiknya, sehingga semangat belajar mereka terus meningkat.

Ketiga, memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, moral dan tingkah laku anak-anak. Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah. Hal ini jika mungkin dikatakan saat ini sangat jarang, yang terjadi malah sebaliknya, pihak sekolah atau wali kelas nya lah yang sibuk di kala anak bermasalah dengan memanggil orang tua nya, disini terlihat upaya preventif ini hanya dilakukan oleh guru-guru disekolah, minim upaya yang sama dilakukan orang tua.

Keempat, memantau efektifitas jam belajar di sekolah. Orang tua dapat menanyakan aktifitas yang dilakukan anak mereka selama berada di sekolah. Dan tugas-tugas apa saja yang diberikan oleh guru mereka.

Bantu Anak Mengenali Dirinya

Selain semua hal tersebut di atas ada beberapa hal lain perlu diperhatikan yaitu membantu anak mengenali dirinya (kekuatan dan kelemahannya), membantu anak mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya, membantu meletakkan pondasi yang kokoh untuk keberhasilan hidup anak dan membantu anak merancang hidupnya.

Pada banyak kasus, orang tua sering memaksakan kehendak mereka terhadap anak-anak mereka tanpa mengindahkan pikiran dan suara hati anak. Orang tua merasa paling tahu apa yang terbaik untuk anak-anak mereka. Hal ini sering dilakukan oleh orang tua yang berusaha mewujudkan impian mereka, yang tidak dapat mereka raih saat mereka masih muda, melalui anak mereka. Kejadian seperti ini tidak seharusnya terjadi jika orang tua menyadari potensi dan bakat yang dimiliki oleh anak mereka.

Serta memberikan dukungan moril dan sarana untuk membantu anak mereka mengembangkan potensi dan bakat yang ada. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang tua dan harus dihindari dalam mendidik anak mereka, antara lain menumbuhkan rasa takut dan minder pada anak.

Dalam kemajuan zaman dan pada proses pendidikan dimasa kini, peranan orang tua yang begitu teramat penting, semakin bertambah dengan hadirnya berbagai kecanggihan teknologi baru, akses informasi begitu cepat, yang bisa saja menjerumuskan ke hal-hal negatif bagi anak-anak mereka jika salah dalam menggunakan, yang kadang tidak sesuai dengan agama, adat dan budaya bangsa, pengaruh ini begitu merebak bagai tak terbendung lagi, peran kontrol sekolah formal hanya sedikit waktu untuk anak-anak mereka, waktu mereka di keluarga dan masyarakat jauh lebih banyak, semua unsur ini harus terus di perkuat dalam kemitraan yang telah di miliki Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemitraan tersebut merupakan solusi yang cerdas menjawab persoalan generasi muda bangsa kita di abad 21 ini.

Peran Orang Tua di Era Digital

Dalam Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Jika kita sebagai orang tua tahukah kita bila anak kita mungkin sudah kecanduan gadget, berkeliaran membuka situs-situs dewasa atau bermain game yang berisi kekerasan dan pornografi serta hal-hal negatif lainnya yang bisa saja mengubah perilaku anak, dengan demikian tantangan yang dihadapi para orang tua sangatlah berat. Di era digital ini orang tua dituntut untuk sadar teknologi dan melek media. Jangan asal membelikan gadget untuk anak tanpa memberikan edukasi yang cukup mengenai manfaat dan dampak buruknya. Tahu saat yang tepat pada usia berapa anak membutuhkan gadget. Karena sangat tidak bijak menghadirkan gadget sebagai “pengasuh” bagi balita kita. Pastikan mereka mampu bertanggung jawab terlebih dahulu, barulah bergadget kemudian.

Ingatkan putra-putri kita bahwa teknologi dibuat untuk memudahkan manusia, tetapi agamalah yang akan menyelamatkan manusia. Oleh karena itu arahkan mereka agar tetap menjaga etika dan berlaku santun sesuai tuntunan agama ketika berinteraksi melalui media sosial. Tidak sembarangan mengunduh foto atau video pribadi atau orang lain yang melanggar norma kesusilaan dan agama serta tidak menulis status atau kicauan rasis atau hujatan karena bisa saja terjerat kasus hukum.
Harapan penulis pula untuk terus meningkatkan pendidikan bagi orang tua yang semakin hari semakin berat beban yang bakal di emban dengan berbagai kemajuan teknologi yang notabene teknologi yang hadir saat ini tidak ada pada usia produktif mereka bahkan banyak orang tua yang kalah mengerti dibanding anak nya dalam menggunakan berbagai teknologi baru. #sahabatkeluarga

Mari kita simak Video dibawah ini untuk lebih jelasnya…

Tema

Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Referensi artikel Sahabat Keluarga Kemdikbud https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4625