Pendekatan Saintifik 5 Langkah Dalam Contoh Nyata

0
1849
Pendekatan Saintifik

Pendekatan Saintifik 5 Langkah Dalam Contoh Nyata, Scientific Method Kurikulum 2013
Guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat menggunakan berbagai pendekatan, antara lain berbasis keilmuan/saintifik. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang menekankan pada proses pencarian pengetahuan, berkenaan dengan materi pembelajaran melalui kegiatan yang memberikan pengalaman belajar yang bervariasi, mengembangkan sikap ilmiah, mendorong ekosistem sekolah berbasis aktivitas ilmiah, menantang, dan memotivasi dengan beberapa kegiatan berikut.

  1. Mencermati objek pengamatan untuk mendapatkan gambaran/ide besar dari objek pengamatan, komponen, dan keterkaitan antarkomponen objek yang diamati untuk menumbuhkan sikap ketelitian dan kecermatan;
  2. Penumbuhan rasa ingin tahu dengan mempertanyakan sesuatu dari objek yang diamati. Kemudian ditindaklanjuti dengan menyusun pertanyaan yang tepat;
  3. Melengkapi informasi yang diperlukan untuk menjawab keingin tahuan dan/atau melakukan tugas yang diberikan melalui berbagai cara;
  4. Mengonstruk pengetahuan berdasarkan informasi diperoleh;
  5. Menyaji pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui berbagai cara.
REKOMENDASI KAMI
14 Prinsip Kurikulum 2013 Revisi

Pendekatan Saintifik pada kurikulum 2013

Pendekatan berbasis keilmuan bukan satu-satunya pendekatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dan bukan pula urutan langkah-langkah pembelajaran yang dimaknai sebagai prosedur, akan tetapi merupakan pengalaman belajar sebagai dampak dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

Berikut adalah kegiatan pembelajaran pada pendekatan berbasis keilmuan yang berdampak kepada pengalaman belajar sebagai bentuk hasil belajar.

  1. Mengamati (Observing)
    Mengamati dilakukan antara lain dengan membaca, mendengar, atau mengamati fenomena (melibatkan pemanfaatan panca indera)
    Tumbuhnya ketelitian, kedisiplinan (berkaitan dengan pemanfaatan waktu), dan kesabaran siswa dalam melihat suatu konteks.
  2. Menanya (Questioning)
    Proses menanya dilakukan melalui kegiatan diskusi atau kerja kelompok untuk membangun pengetahuan faktual, konseptual, prosedural tentang suatu hukum maupun teori hingga berfikir metakognitif. Berkembangnya kreatifitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membangun critical minds.
  3. Mengumpulkan informasi/men coba (Experimenting)
    Mengumpulkan informasi dilakukan melalui membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu, memperoleh informasi, mengolah data, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan, atau gambar. Meningkatkan keingintahuan siswa dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan berkomunikasi, mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, serta mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.
  4. Mengasosiasi (Associating)
    Mengasosiasi dilakukan melalui berbagai aktivitas, antara
    lain; menganalisis data, mengelompokkan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya dan menemukan pola dari keterkaitan informasi tersebut, kemampuan menerapkan prosedur dan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan. Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras.
  5. Mengomunikasikan (Communicating)
    Mengomunikasikan dilakukan dalam bentuk kegiatan publikasi (menyampaikan hasil konseptualisasi) tentang pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik. Tumbuhnya sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Selengkap nya lihat video dibawah ini…